Tulisan berjalan

Faizatur Rohmah

Senin, 19 Desember 2011

Harjalu, Promosikan Budaya Asli

LUMAJANG - Seni dan budaya asli Kabupaten Lumajang bakal dikemas sedemikian rupa sehingga mampu memberikan daya tarik tersendiri dalam peringatan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-756. Kemasan apik seperti Lumajang on Street and Stage (LOSS), Gerak Jalan Tradisional Candipuro Lumajang (Candil), Festival Jaran Kencak yang diikuti 113 peserta, pagelaran seni budaya dengan menghadirkan kelompok musik khas Jawa Timuran Klanthink, dan puncak acara adalah kirab budaya yang dipusatkan di Alun-alun Lumajang pada hari ini (Kamis,15/12).
Nilai historis tertinggi Kabupaten Lumajang yang diapresiasi melalui kirab budaya, akan diawali dengan pagelaran tari kolosal tentang kisah berdirinya Lumajang (dahulu Lamajang,red) seperti yang tertuang dalam prasasti Mula Malurung pada tahun 1225. Identitas Lumajang ini akan diteruskan dengan berangkatnya dua pasukan Nararaya Kirana dengan melepas dua burung merpati. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng besar yang dilakukan oleh Bupati bersama rakyat, sekaligus dilajutkan dengan kembul bujono, sebagai wujud kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat Lumajang. Menariknya, Bupati bersama Muspida akan keluar menuju Alun-alun dengan menunggangi kuda menghampiri rakyatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar